Soal Pengangkatan Nizarli, Karimun Usman: Gubernur Tahu Aturan, Bukan Lulusan Paket C

By Gampong IT Kamis, 10 Mei 2018

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua PDI Perjuangan Aceh Karimun Usman ikut angkat bicara ihwal sengkarut pengangkatan akademisi Unsyiah Nizarli sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Aceh.

Karimun menilai ironis jika pengangkatan Nizarli tersebut diriuhkan, bahkan DPRA sampai ikut ambil andil dengan memanggil sejumlah pihak ke gedung legislatif.

“Pengangkatan pejabat pemerintah sebagai pembantu gubernur sepenuhnya wewenang gubernur, bukan DPRA,” kata Karimun Usman pada BERITAKINI.CO, Sabtu (5/5/2018).

Menurut Karimun, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bukanlah sosok yang tak mengerti aturan. Irwandi, kata Karimun, juga seorang yang memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik.

“Seingat saya dia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) dari Amerika, jadi dia bukan politisi ijazah paket C,” kata Karimun.

Baca: Ada Pelantikan Pejabat, Komisi I DPRA Batal Gelar Pertemuan Bahas Soal Pengangkatan Nizarli

Menurut Karimun, gubernur sesungguhnya telah mendapat izin dari Rektor Unsyiah Samsul Rizal untuk mengangkat Nizarli sebagai salah satu pejabat di Pemerintah Aceh.

“Apakah itu untuk eselon II atau tenaga ahli, izin itu bisa diartikan bahwa rektor telah memberi izin untuk diperbantukan di Pememerintah Aceh di bidang mana saja,” kata Karimun.

Karimun mengatakan, seharusnya kebijakan gubernur Aceh tersebut justru diapresiasi lantaran secara objektif melihat ada ahli-ahli di universitas yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan rakyat banyak. Bukan sebaliknya, justru mempermasalahkan dan meributkan keputusan tersebut.

Baca: Gubernur 'Pertahankan' Posisi Nizarli Sebagai Kepala ULP

“Kami PDI Perjuangan berharap polimik Nizarli harus dihentikan. Rektor Unsyiah Samsul Rizal  harus bijaksana, bangga dan menyetujui karena gubernur masih melihat dan memanfaatkan tenaga ahli yang ada di universitas,” katanya.


beritakini.co

No Comment to " Soal Pengangkatan Nizarli, Karimun Usman: Gubernur Tahu Aturan, Bukan Lulusan Paket C "