Presiden Jokowi: Bukan Emas, Komoditas Termahal di Dunia Adalah Waktu

By Gampong IT Selasa, 01 Mei 2018
Foto: Presiden Jokowi Buka Musrenbangnas (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Dalam arahannya, Kepala Negara memberitahukan bahwa komoditas termahal sekarang yang patut dimaksimalkan adalah waktu. Hal ini diutarakan di hadapan para menteri Kabinet Kerja, kepala lembaga-lembaga negara, para Gubernur, Bupati atau Walikota juga kepala Bappeda provinsi.

"Sekarang saya mau bertanya, apa komoditas paling mahal di dunia. Pasti banyak menjawab emas. Padahal bukan emas," ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Para Menteri Susun Rencana Kerja 2019

Ada fakta menarik dari komoditas apa saja yang termahal di dunia sekarang ini. Jokowi mengatakan, komoditas paling mahal sekarang adalah racun kalajengking sebesar USD10,5 juta per liter atau bila dirupiahkan senilai Rp145 miliar.

"Jadi Pak Gubernur, Walikota kalau mau kaya, cari saja racun kalajengking," gurau Presiden.

 

Komoditas super mahal di dunia adalah califoranium 252 atau zat kimia yang digunakan untuk eksplorasi migas seharga USD27 juta per gram atau sebesar Rp375 miliar per gram.

"Saya juga enggak ngerti barangnnya. Ini paling mahal. Tapi meskipun ada komoditas yang paling mahal di dunia seperti tadi, tapi paling mahal adalah waktu. Ini perlu digarisbawahi," tegasnya.

 Baca Juga: Presiden Buka Musrenbangnas, Bappenas: Rencana Kerja 2019 Kuat

Dia pun mengibaratkan, 10 tahun merupakan waktu yang lewatnya begitu cepat. Begitu juga pada 30 tahun lalu, 1988, di mana ketika itu belum adanya handphone (HP). Semua orang jika mau telepon, mesti sampai ke kantor atau rumah lebih dulu.

 

Begitu juga surat, ketika dikirim harus sampai berminggu-minggu sebelum adanya mesin fax yang kemuculannya dianggap begitu revolusioner.

"Nah sekarang kita bicara sekarang hidup di era WA, twitter, Facebook, instagram. Irama hidup jadi cepat sekali, info cepat sekali. Dibandingkan dulu nelpon nunggu sampai di kantor, sekarang di mana pun kita langsung WA, dan update status Facebook, IG. Waktu lewat makin cepat," tuturnya.

Dengan perkembangan teknologi ini potensi produktivitas yang mengisi waktu semakin tinggi. Untuk itu, jika mampu memanfaatkan potensi ini, maka produktivitas harus dikerjakan dengan baik.

"Artinya dengan waktu lewat begitu cepat dengan teknologi informasi, begitu banyak yang bisa dicapai setiap menit, jam, hari, berati namanya waktu itu jadi komoditas mahal sekali kalau kita bisa memanfaatkan itu," tuturnya.

 

(dni)


okezone.com

No Comment to " Presiden Jokowi: Bukan Emas, Komoditas Termahal di Dunia Adalah Waktu "