Penunjukan Nizarli sebagai Kepala ULP Tak Sesuai Syarat Seleksi

By Gampong IT Selasa, 24 April 2018
Direktur Pakar Aceh Muhammad Khaidir. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (PAKAR) menilai Gubernur Aceh tidak konsisten menjalankan syarat terkait Seleksi terbuka (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau seleksi terbuka Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Direktur Pakar Muhammad Khaidir mengatakan seharusnya Gubernur Aceh tidak melantik Nizarli sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Aceh atau Kepala ULP. Pasalnya Nizarli diketahui tidak mencukupi syarat yang dikeluarkan pansel yakni harus S3.

"Padahal dalam persyaratan sudah sangat jelas tertulis kalau PNS berasal dari lingkungan edukatif (dosen) harus berpendidikan S3/Doktor," kata Muhammad Khaidir kepada AJNN, Selasa (17/4).

Baca: Dilantik Jadi Kepala ULP, Nizarli Belum Kantongi Izin Tertulis Rektor

Sementara, kata Khaidir, pendidikan Nizarli diketahui baru strata-2 (S2) yang diraih di Universitas Osaka, Jepang. Sehingga menjadi pertanyaan publik ketika Nizarli dipilih oleh Gubernur Aceh untuk menjadi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

"Seharusnya gubernur konsisten lah, jangan persyaratan lain, dijalankan lain, sehingga publik bingung dengan sikap gubernur," ujar Muhammad Khaidir.

Persyaratan untuk mengikuti seleksi pejabat eselon II Pemerintah Aceh. Foto: Dok AJNN

Tak hanya itu, Khaidir mengatakan sikap Gubernur Aceh yang melantik orang yang tak sesuai syarat telah merusak nilai atau makna uji kelayakan dan kepatutan pejabat (Fit and Proper Test) yang dilakukan tim pansel.

"Ini juga menyakinkan kecurigaan orang bahwa seleksi itu hanya formalitas, padahal orang yang menduduki jabatan sudah ada. Artinya calon SKPA sudah ada sebelum seleksi dilakukan, seleksi itu dilakukan hanya untuk menampakkan kepada publik bahwa Pemerintahan Irwandi-Nova adalah pemerintahan yang baik (good governance).

Penelusuran AJNN di website Unsyiah, Ir. Nizarli, M.Eng lahir di Banda Aceh pada 27 November 1964. Sejak 1983 meraih gelar Sarjana di ITS Surabaya, Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur. Ia menyelesaikan kuliah sarjana pada 1989. Selanjutnya, pada tahun 1995, ia melanjutkan gelar master di Osaka University Jepang dan selesai pada tahun 1998.


ajnn.net

No Comment to " Penunjukan Nizarli sebagai Kepala ULP Tak Sesuai Syarat Seleksi "