Sektor Tenaga Kerja Indonesia Dominasi Pasar Taiwan

By Gampong IT Selasa, 27 Maret 2018
Ilustrasi: Tenaga Kerja Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Sektor tenaga kerja Indonesia mendominasi potensi transaksi temu bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha Taiwan dalam rangkaian Indonesian Week 2018 di Taipei, Taiwan.

"Kontribusi terbesar terhadap potensi transaksi datang dari sektor jasa tenaga kerja dengan nilai lebih dari USD15 juta ," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda melalui pesan singkatnya yang diterima di Taipei, Senin (26/3/2018).

 Baca Juga: Undang Menperin, Komisi IX Bahas Pekerja Infrastruktur hingga Pengangguran

Potensi terbesar kedua adalah investasi yang mencapai USD9,5 juta, diikuti perdagangan barang sebesar USD6,2 juta.

Produk-produk yang banyak diminati dalam temu bisnis ini yaitu produk; perawatan kecantikan, kopi, makanan olahan, jasa tenaga kerja terampil.

Selain itu investasi di beragam sektor juga diminati yaitu sektor logistik dan pergudangan, industri kosmetik, industri daur ulang kabel, industri daur tembaga, industri alat kesehatan, dan industri jasa coating material.

"Melalui temu bisnis kali ini, diharapkan akan dihasilkan transaksi perdagangan potensial yang kontributif bagi peningkatan nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Taiwan di masa depan," ujar Dirjen PEN Arlinda.

 Baca Juga: Trik Menaker Hadapi Persaingan Era Digital: Kecepatan dan Kualitas

Dalam kegiatan ini, terdapat potensi proyek investasi pembangunan pabrik atas produk limbah (abu) dari kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan fiber glass untuk badan pesawat terbang oleh Yeu Fong International Technology Corp (Taiwan).

"Potensi ini akan ditindaklanjuti oleh pihak Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia," ujar Arlinda.

Sementara, transaksi ritel pada pameran Indonesian Week 2018 hingga Minggu (25/3/2018) tercatat mencapai USD33 ribu atau setara Rp449,3 juta.

 Baca Juga: Izin Tenaga Kerja Asing Dipermudah, Ini Syarat Baru dari Pemerintah

Produk-produk yang diminati untuk ritel adalah furnitur, kopi, makanan dan minuman, perhiasan perak dan mutiara, dan produk kulit.

Arlinda mengatakan Kemendag berkomitmen terus memfasilitasi dunia usaha di Tanah Air untuk bekerja sama dengan berbagai mitra dagang Indonesia, salah satunya Taiwan.

"Kerja sama tersebut menjadi penting karena merupakan upaya meningkatkan perdagangan dan menciptakan iklim usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak," pungkas Arlinda.

(dni)


okezone.com

No Comment to " Sektor Tenaga Kerja Indonesia Dominasi Pasar Taiwan "