Premium Langka karena Dibatasi

By Gampong IT Senin, 26 Maret 2018
Foto: Ilustrasi Premium Langka (Reuters)

JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Said Didu menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium karena PT Pertamina (Persero) diberi batasan tertentu untuk menyiapkan BBM bersubsidi itu.

"Pemerintah sekarang memberikan jumlah Premium yang harus disiapkan Pertamina. Kalau lebih dari itu, ditangkap," katanya dalam diskusi di Jakarta, Senin (26/3/2018).

 Baca Juga: BBM Premium Langka di Tengah Kenaikan Harga Pertalite Dinilai Wajar

Kondisi tersebut, lanjut Said, diperburuk dengan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sehingga seolah membuat Premium menjadi langka.

"Karena orang pindah ke Premium, sedangkan jumlah Premium dibatasi," ujarnya.

Sekjen Kementerian BUMN periode 2004-2009 itu mengatakan harga Pertalite naik karena tidak termasuk produk BBM bersubsidi sehingga kemudian menjadi pelarian para pengguna Pertamax ke Premium yang dibatasi.

Dengan kondisi seperti itu, pemerintah menurut Said harus hadir untuk menangani keresahan masyarakat.

"Kalau memang dinyatakan langka, maka pemerintah bisa menugaskan lagi untuk tambah Premium," katanya.

 Baca Juga: Harga Pertalite Naik Rp200, Pertamina Sebut Akibat Harga Minyak dan Pelemahan Rupiah

Dia meminta DPR RI, yang selama ini banyak ramai meneriakkan kelangkaan Premium, seharusnya bisa berupaya untuk menambah kuota Premium.

"Kan yang memutuskan angkanya mereka. Kalau begitu tingga ditambah saja, selesai," katanya.

Said mengaku BUMN yang diberi penugasan seharusnya tidak terus dikambinghitamkan atas kenaikan harga yang menyangkut hajat hidup rakyat.

"BUMN sekarang jadi kambing hitam macam-macam. Sama halnya dengan Bulog, dibilang harga gabah tidak ditampung BUlog, tapi di sisi lain HPP juga tidak dinaikkan," pungkasnya.

(dni)


okezone.com

No Comment to " Premium Langka karena Dibatasi "