Al-Sisi Harapkan Partisipasi Besar Rakyat dalam Pemilu Mesir

By Gampong IT Senin, 26 Maret 2018
Foto: Reuters

KAIRO - Mesir menggelar pemilihan umum pada Senin, 26 Maret yang diprediksi akan dimenangi dengan mudah oleh presiden petahanan, Abdel Fattah al-Sisi. Fokus pemilihan akan beralih pada keikutsertaan para pemilih setelah pemimpin oposisi menyerukan boikot.

BACA JUGA: Siap Pilih Pengganti Sisi, Mesir Gelar Pilpres Tahun Ini

Reuters, Senin (26/3/2018) melaporkan, banyak di antara rakyat Mesir yang melihat al-Sisi sebagai sosok yang vital untuk menjaga kestabilan di Mesir. Namun, kritik melihat pemilihan suara yang digelar sebagai sebuah sandiwara karena banyaknya kandidat yang mundur diduga karena mendapat tekanan.

Al-Sisi yang memimpin kudeta militer yang menggulingkan Presiden Mohamed Mursi pada 2013 maju untuk menjabata kembali pada masa bakti keduanya, Al-Sisi mengklaim telah membawa stabilitas dan keamanan di Mesir dalam empat tahun masa jabatan pertamanya.

Satu-satunya saingan al-Sisi dalam pemilihan yang berlangsung dari 26-28 Maret ini adalah Moussa Mostafa Moussa, seorang pendukung al-Sisi yang setia. Moussa banyak dianggap sebagai kandidat boneka, bahkan Partai Ghad pimpinan Moussa telah mendukung al-Sisi untuk masa jabatannya yang kedua sebelum dia maju sebagai salah satu calon presiden.

Surat kabar pemeintah, Al Ahram menyadari sedikitnya persaingan dan pilihan bagi pemilih. Dalam editorialnya, Al Ahram menyatakan bahwa pemilihan suara ini merupakan pesan kepada dunia bahwa Mesir tengah berupaya pulih dari ancaman dari dalam dan luar negeri.

"Pentingnya pemilihan presiden kali ini bukanlah persaingan sengit atau pertarungan pemilihan yang nyata, tetapi sebuah pesan kepada dunia bahwa Mesir sedang dalam perjalanan melalui fase pemulihan," demikian ditulis surat kabar tersebut.

Kedua kandidat tidak banyak melakukan kampanye dan hanya meminta rakyat untuk datang memberikan suaranya untuk jumlah partisipasi pemilih yang tinggi. Saat al-Sisi memenangi pemilihan dengan hampir 97 persen suara pada 2014, kurang dari separuh rakyat Mesir yang memenuhi syarat yang memberikan suara meskipun pemilihan saat itu diperpanjang hingga tiga hari.

Dalam sebuah pernyataan awal bulan ini al-Sisi mengatakan bahwa dia melihat pemilihan umum ini sebagai referendum atas pekerjaannya,

"Jika semua rakyat Mesir memilih dan sepertiganya mengatakan 'Tidak', itu akan jauh lebih baik daripada jika setengah jumlah itu datang dan mereka semua mengatakan 'Ya'," ujar Sisi.

BACA JUGA: Mantan Panglima Militer Mesir Ditahan Setelah Izin Pencalonan Presidennya Ditolak

Beberapa tokoh oposisi menyerukan boikot terhadap pemungutan suara setelah semua oposisi besar menyatakan mundur dan mengatakan bahwa penindasan telah membersihkan persaingan dari penantang yang kredibel.

(dka)


okezone.com

No Comment to " Al-Sisi Harapkan Partisipasi Besar Rakyat dalam Pemilu Mesir "