Nama Ibas Tertulis di Buku Hitam, Setnov Diminta Jelaskan di Muka Sidang

By Gampong IT Jumat, 09 Februari 2018

JAKARTA - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) diketahui menuliskan nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Muhammad Nazaruddin dalam buku catatannya berwarna hitam. Catatan tersebut kerap dibawa dan dibuka saat persidangan kasus korupsi e-KTP.

Melihat hal tersebut, peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) FH UGM, Fariz Fachryan menyarankan Setnov dapat menyampaikan pihak-pihak yang diduga terlibat korupsi e-KTP di muka sidang, tanpa terkecuali.

"Jika Setya Novanto memang mempunyai bukti tentang keterlibatan Ibas, disampaikan saja di persidangan. Tapi disertai bukti bukti tentang keterlibatan Ibas," kata Fariz saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

Apalagi, kata dia, nama Ibas baru mengemuka setelah tulisan mantan Ketua DPR itu beredar ke publik. "Karena melihat dari keterangan saksi saksi lain, penyebutan Ibas hanya dilakukan oleh Setnov," imbuh dia.

(Baca Juga: Setnov Irit Bicara soal Penulisan Nama Ibas di Buku Kecilnya)

(Baca Juga: Setya Novanto Tertawa Tanggapi Pernyataan SBY soal "This is My War")

Karena itu, Fariz menambahkan, Novanto diharapkan dapat terbuka dan tidak menutup-nutupi keterlibatan dirinya maupun pihak lain dalam perkara yang merugikan negara mencapai Rp2,3 triliun. "Saya harap Setnov tidak menutupi keterlibatan orang lain, dibuka saja dalam persidangan dan biar nanti hakim yang menilai," tutur dia.

Setya Novanto hingga kini belum mau buka suara soal penulisan nama Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas‎ dalam buku berwarna hitam yang selalu ia bawa saat menjalani proses hukum perkara e-KTP. Saat dikonfirmasi, ia hanya melontarkan senyuman kepada para awak media saat disinggung penulisan nama Ibas sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Disinggung lagi mengenai peran Ibas dalam perkara e-KTP, Novanto justru meminta kepada pewarta untuk mengkonfirmasinya ke Nazaruddin. "Tanya Pak Nazaruddin dong," kata Novanto.

‎Munculnya nama Ibas sendiri karena dalam buku catatan Setnov ditulis dengan istilah justice collaborator. Hal itu mulai ramai diperbincangkan saat Setnov membuka buku itu pada Setya sidang lanjutan Senin, 5 Februari 2018. Ada satu lembar tertulis nama bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dan Ibas.

Di atas dua nama itu tertulis justice collaborator. Nama Nazaruddin berada persis di bawah tulisan. Di bawah nama Nazaruddin, Setya menggambar dua tanda panah. Tanda panah berwarna hitam dan tertulis nama Ibas. Ada juga tanda panah berwarna merah di bawah nama Ibas dan tercantum angka USD500 ribu.

(aky)


okezone.com

No Comment to " Nama Ibas Tertulis di Buku Hitam, Setnov Diminta Jelaskan di Muka Sidang "