Kenapa Dishub Aceh Baru Bertindak?

By Gampong IT Sabtu, 20 Januari 2018
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO

Setelah 32 Kali Kecelakaan Bus Sempati Star

Banda Aceh I Sejak 2014 hingga awal 2018, kecelakaan melibatkan Bus Sempati Star telah terjadi tiga puluh dua (32) kali. Dua puluh delapan (28) kali diantaranya terjadi dalam kurun waktu 2016-2016. Sayangnya, baru sekarang Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh mengambil tindakan dalam bentuk rekomendasi pada Kemenhub RI. ”Apakah ada hubungan dengan permintaan anggota DPR Aceh, baru Dishub Aceh mengambil tindakan,” tanya media ini. Dengan nada keras, Kadis Dishub Aceh, Drs. Zulkarnain, M. Si menjawab. Pihaknya tidak pernah diancam oleh siapapun. “Kami punya aturan, kami akan menjalan sesuai dengan peraturan berlaku,” jawab Zulkarnain dihadapan awak media di Kantor Dishub Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat malam, (19/1/18).

Sebenarnya  sebut Zulkarnain, pihaknya terus mengawasi seluruh manajemen bus yang beroperasi di Aceh. Bahkan sejak Bus Sempati Star beroperasi di Aceh. Pihak melakukan pemeriksaan, namun tidak ditemukan hal-hal yang bertententangan dengan aturan. ”Kenapa hari ini keluar rekomendasi, setelah kita lakukan pemeriksaan ada yang melanggar. Kalau dulu tidak melanggar bagaimana kita keluarkan rekomendasi,” katanya dengan suara meninggi.

Sebab katanya lagi, setiap terjadi kecelakaan, polisi lalu lintas dan Dishub langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya, tidak semua kecelakaan diakibatkan oleh kelalaian manajemen Bus Sempati Star. ”Jadi pengguna jalan yang menjadi korban juga salah. Seperti saat kejadian maut di Trieng Gadeng, Pidie, beberapa waktu lalu yang menewaskan 6 orang. Itu, kesalahan dari korban,” tegasnya.

Sebelumnya, rentetan kecelakan memakan korban jiwa yang melibatkan Bus Sempati terus terjadi di Aceh. Puncaknya, satu hari lalu atau Kamis (18/1/19), Bus Sempati Star terjun bebas ke jurang di Subulussalam. Dalam kejadian itu, dua orang tewas terjepit badan bus. Pada hari yang sama, Bus Sempati Star juga menabrak seorang nenek di Keude Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, hingga tewas.

Kejadian tragis itu disesali sejumlah anggota DPR Aceh. Bahkan, mereka meminta Dishub Aceh mencabut seluruh izin trayek milik Bus Sempati Star. Lantas, Dishub Aceh langsung melakukan rapat dengan sejumlah pemangku kepentingan selama dua hari (Kamis-Jumat), untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Akhirnya, Dishub Aceh mengeluarkan rekomendasi pembekuan izin trayek semantara bagi 37 armada Bus Simpati Star. ”Armada yang belum beroperasi. Tapi, mereka sudah mengantongi izin prinsip yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, ini yang kita bekukan sementara,” kata Kadis Dishub Aceh  Drs. Zulkarnain, M. Si pada sejumlah awak media di Kantor Dishub Aceh, Jumat malam, (19/1/18).

Kata Zulkarnain, rekomendasi lain yang segera dikirim ke Kemenhub RI adalah, pembekuan izin sementara untuk armada yang terlibat kecelakaan, dan melakukan penyimpangan izin trayek sebanyak 8 unit. Poin selanjutnya, Dishub Aceh akan memperketat dan melakukan inspeksi kendaraan di semua Terminal Tipe A dan Tipe B, agar tidak memasukkan kendaraan dan tidak memberangkatkan kendaraan angkutan umum, yang tidak memenuhi syarat administrasi, teknis, dan laik jalan. Kebijakan dan keputusan ini terhitung sejak 21 Januari 2018.

Tak hanya itu, Dishub Aceh juga akan melakukan uji petik terhadap kendaraan Sempati Star yang terlibat kecelakaan dari awal 2017 hingga awal 2018. ”Kita juga merekomendasikan kepada Kemenhub RI, dibutuhkan sertifikasi khusus terhadap pengemudi bus dan nantinya menjadi pesyaratan wajib bagi pengemudi yang direkrut oleh perusahaan,” tegasnya.

Selain itu, Zulkarnain mengaku telah memanggil manjemen Bus Sempati Star. Dari pembicaraan dan hasil penyelidikan polisi, tidak semua kesalahan pada manajemen. ”Mereka (manajemen Bus Sempati Star) sangat terbuka untuk perubahan. Artinya, mau kita bimbing demi perubahan lebih baik,” ujarnya.***

 


modusaceh.co

No Comment to " Kenapa Dishub Aceh Baru Bertindak? "